Senin, 22 Maret 2010

Belanja di Malioboro dan Beringharjo


•Belanja di Malioboro




Malioboro, atau lebih tepatnya trotoir sisi barat sepanjang jalan Malioboro adalah surga belanja souvenir dan asesoris buat oleh-oleh para wisatawan domestik maupun wisman. Digelar sepanjang ujung utara Malioboro mulai dari teteg sepur hingga seberang pasar Beringharjo. Sebenarnya tempatnya cukup nyaman karena terlindung dari terik panas matahari pada jam berapapun, tetapi yang bikin gerah adalah berjejal-jejalnya para pk5 dan pengunjungnya, apalagi pada Minggu, hari-hari libur nasional, atau musim liburan.
Perlu Anda cermati sebelum berbelanja, bahwa hampir tidak ada barang yang spesifik di satu pk5, artinya barang serupa bisa Anda jumpai di pk5 yang lain mungkin dengan bentuk dan kualitas yang persis sama atau mungkin lebih baik.

Untuk memulai berburu belanja baiknya Anda berangkat dari ujung utara, atau tepatnya seberang hotel Garuda. Di daerah ini umumnya agak longgar dan tidak berdesak-desakan, apalagi bila hari masih pagi (tetapi ya jangan terlalu pagi, kurang dari jam 09.00, belum semua buka). Cari barang apa yang Anda butuhkan sesuai rencana, atau boleh juga tanpa rencana, tinggal tergantung berapa modal yang Anda miliki untuk berburu. Lihat-lihat dan pilih tetapi jangan terburu-buru menjatuhkan pilihan dan menanyakan harganya, bisa-bisa Anda kecewa karena barang serupa yang lebih bagus bisa Anda jumpai di tempat lain.
Teruskan perburuan Anda menuju arah selatan, sampai seberang Malioboro Mall biasanya sudah semakin sesak. Anda sudah boleh mulai menjatuhkan pilihan dan menanyakan harganya. Pedagang akan membuka harga, dan giliran Anda menawar. Anda tidak usah ragu untuk menawar pada sepertiga harga penawaran.
Jangan khawatir dan sungkan, karena kekhawatiran pedagangnya marah atau kesungkanan Anda itu yang dimanfaatkan oleh pedagang. Kalau masih belum sepakat paling-paling dia hanya akan mengatakan : “Wah belum dapat, pokoknya aja belum kembali”. Jangan kesusu, naikkan tawaran sedikit demi sedikit, nanti pada kisaran 50% dari harga penawaran biasanya sudah terlihat tanda-tanda mulai terjadi kesepakatan.



Pada posisi ini biasanya pedagang akan mengatakan : “ Sudahlah Mas,mBak,Bu, Pak, tambah aja sedikit nanti saya kasih”. Itu adalah tanda-tanda kesepakatan harga sudah hampir tercapai, namun pedagang masih berusaha menambah keuntungan. Sabarlah dan tetap bertahan, dan mulailah beranjak meninggalkan pedagang ini. Hampir pasti setelah kira-kira 10 meter Anda berjalan, Anda akan dipanggil kembali. Itupun kadang-kadang pedagang masih minta tambahan sedikit lagi. Keputusan akhir ada di tangan Anda, boleh manambah sesuai permintaan pedagang atau berakting lagi meninggalkan tempat. Seandainya tetap saja pedagang tidak tidak mau menyerah, tetap saja Anda teruskan perjalanan karena di tempat lain Anda masih bisa menjumpai barang serupa, bahkan mungkin lebih bagus, yang penting Anda sudah punya gambaran berapa sebenarnya harga yang layak untuk barang yang Anda minati tadi.

Bagi Anda yang sengaja kulakan, silakan telusuri jalan-jalan cabang Malioboro yang kearah timur, disana banyak toko yang khusus melayani pembeli kulakan, meskipun pembeli eceran juga tetap dilayani.

Pengalaman lain, sesekali waktu mungkin dengan sekali tawar pedagang setuju. Jangan salah sangka dan mengira bahwa Anda pandai menawar. Justru sebaliknya, itu menunjukkan bahwa tawaran Anda terlalu tinggi.
Inti dari tulisan saya ini adalah bahwa Anda perlu bersabar dan menyediakan waktu yang cukup untuk berbelanja di pk5 Malioboro, apakah itu buat oleh-oleh, untuk sendiri, bahkan mungkin kulakan, sediakan waktu paling tidak setengah hari untuk berburu di Malioboro yang nanti diakhiri di pasar Beringharjo, sesuai saran saya kepada Anda untuk memulai perjalanan dari ujung utara dan kemudian diakhiri di ujung selatan di Pasar Beringharjo.


Belanja di Pasar Beringharjo




Konon pasar ini sudah ada sejak tahun 1758, jadi sudah cukup tua, dan sudah beberapa kali mengalami renovasi bahkan pernah terjadi kebakaran, sebelum menjadi bentuknya yang sekarang. Ada banyak jenis barang dagangan di pasar ini, ada khusus los untuk berburu bahan jamu Jawa (baca : tradisional), los barang pernik-pernik kelengkapan upacara manten, dan yang paling terkenal adalah los penjual bahan TPT (tekstil dan produk tekstil) khususnya batik

Untuk belanja batik, memang pasar Beringharjo surganya, pilihan lebih lengkap dan harganya miring kalau kita pandai menawar, tetapi Anda harus sudah maklum bahwa di pasar ini batik yang dijual bukan dari kelas selebritis macam batik Keris, Danarhadi atau sekelasnya. Yang dijual di Beringharjo adalah batik untuk pakaian harian, santai, bahkan mungkin sekali dua kali pakai saja, bukan untuk menghadiri resepsi di hotel berbintang atau wawancara di televisi. Ada informasi yang masih perlu diuji kebenarannya mengatakan bahwa harga batik di pasar ini mulai dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Rasanya saya belum pernah menemui batik yang harganya sekitar satu jutaan di pasar ini, karena umumnya yang dijual adalah jenis batik untuk pakaian harian, utamanya buat oleh-oleh, mulai dari rok, daster, baju untuk pria/wanita, sarung bantal kursi, sprei dan semacamnya.. Kalau jumlah sekali transaksi mencapai jutaan, itu sangat mungkin karena buat oleh-oleh atau memang sengaja kulakan.
Bagi yang memerlukan pakaian batik untuk resepsi hampir pasti mereka lebih memilih di toko-toko di Malioboro seperti Batik keris, Danarhadi atau di Malioboro Mall, dan sekelasnya
Soal motif tidak usah khawatir, Anda bisa mendapatkan batik dengan motif yang sama dengan batik yang dikenakan tokoh-tokoh penting yang sering wawancara di televisi, yang berbeda mungkin hanya bahannya atau cara membatiknya, yang itu tulis, yang di Beringharjo batik cap, dan mungkin juga keawetan warnanya tidak sama.

Bagaimana teknik menawarnya, inilah tips saya. Di Beringharjo dikenal istilah “setangkep”, maksudnya begini, kalau pedagang membuka harga, tawar dengan mengatakan apakah harga itu “setangkep ?”, artinya Anda menawar dengan harga 50%, karena kata setangkep artinya 2 buah/sepasang. Seperti halnya di Malioboro, Anda harus setahap demi setahap menaikkan tawaran. Kalau memang Anda sudah love at the first sight, jangan sekali-kali Anda perlihatkan. Lakukan akting seolah-olah Anda biasa-biasa saja dan beranjak meninggalkan pedagang ini supaya ganti dia yang menurunkan harga penawarannya. Sekali lagi jangan kesusu, kalau pedagang sudah mulai minta tambah sekian-sekian artinya sudah hampir terjadi kesekapatan harga.
Ada yang lebih khas lagi selama Anda berbelanja batik di pasar ini. Gang-gangnya sangat sempit, jadi kalau sudah agak siangan bermacam aroma campur baur di gang-gang kios penjual batik, ada bau parfum, bau keringat, obat-obatan pewarna batik campur aduk jadi satu, tapi suasana seperti ini tetap saja dinikmati oleh para pembelanja, habis tidak ada alternative lain, karena memang seni berbelanja di Beringharjo adalah sambil “suk-sukan”, senggol-senggolan (khususnya hari Minggu dan liburan) sembari tercium berbagai aroma.



Sementara kita sedang tawar menawar atau memilih barang terdorong sesama pembelanja lain yang jalan terburu-buru sambil bertelepon di HP dengan tidak memperhatikan lingkungan.
Kadang terasa nikmat juga dan “ngangeni”. Tidak percaya ? Silakan coba !

Inilah tips saya untuk belanja di pk5 Malioboro dan pasar Beringharjo, terutama
bagi mereka yang belum pernah, atau yang sudah pernah tetapi merasa harganya kemahalan. Ingat bahwa para pk5 tidak bermaksud melakukan penipuan tetapi semata-mata memanfaatkan kesungkanan Anda dalam menawar untuk memperoleh untung yang lebih banyak. Wajar kan?

Satu lagi tips saya, setelah Anda belanja batik untuk keperluan sendiri atau oleh-oleh, silakan kunjungi bagian ujung belakang (timur) pasar Beringharjo di los-los yang jual bahan jamu Jawa, beli buah “lerak”, atau lerak dalam bentuk cair yang sudah siap pakai. Lerak digunakan untuk mencuci batik, konon warna batik akan lebih awet dan tidak cepat “mbladhus” (terjemahan yang mendekati mungkin “kusam”) dibanding bila Anda mencucinya dengan deterjen. Termasuk berikan lerak ini kepada tetangga yang Anda beri oleh-oleh karena belum tentu lerak bisa didapat di semua kota.

Sampai ketemu di Malioboro dan pasar Beringharjo.
Catatan : foto-foto hasil penelusuran di Google.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar