Rabu, 05 Mei 2010

Jajan bis dengan 3000 rupiah naik Trans Jogja

“Jajan”, ya, agak susah memang mencari terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang tepat dengan satu kata, apalagi dikaitkan dengan Trans Jogja. Anak, atau cucu kita yang beli makanan di warung, toko, atau penjaja makanan yang lewat, itulah gambaran yang tepat untuk arti kata “jajan”. Sebenarnya tidak hanya terbatas pada anak-anak, orang tuapun bisa dikatakan jajan kalau lebih suka makan di luar dibanding makan di rumah yang dimasak sendiri. Demikian juga bagi istri, kalau lebih senang beli makanan diluar daripada memasak sendiri, bisa disebut jajan, kecuali berlangganan catering.

Judul tulisan saya ini tentang jajan, tapi bukan jajan makanan melainkan jajan bis, masak sih kita mau beli bis Trans Jogja, bukan…….. Sengaja saya buat Anda penasaran, maksud saya mari kita seharian penuh naik bis keliling kota Yogya, hanya dengan bayar Rp.3000,- per kepala naik Trans Jogja. Modal untuk ongkos bis secukupnya saja, yang penting bawa air mineral, snack, bahkan kalau perlu nasi kotak, karena di perjalanan nanti kita tidak bisa jajan makanan atau minuman di dalam bis maupun di shelter.
Apa mungkin ? Tentu saja mungkin, dengan memanfaatkan bus Trans Jogja. Bis ini dioperasikan mirip-mirip (tidak 100%) Trans Jakarta. Bedanya antara lain pada prasarana jalan, di Yogya (dalam kota) tidak ada jalan selebar Sudirman-Thamrin di Jakarta, karena itu tidak mungkin membangun shelter bis di tengah jalan seperti Trans Jakarta.

Jalur-jalur Trans Jogja

Jalur 1A : Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto - Stasiun Tugu - Malioboro – Jogja Expo Center (JEC)
Rute : Terminal Prambanan - Kalasan - Bandara Adisucipto - Maguwoharjo - Janti (lewat bawah) - UIN Kalijaga - Demangan - Gramedia - Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - Kantor Pos Besar - Taman Pintar - Pasar Sentul - SGM - Gembira Loka - Babadan Gedongkuning - JEC - Blok O - Janti (lewat atas) - Maguwoharjo - Bandara Adisucipto - Kalasan - Terminal Prambanan.
Jalur 1B : Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto – Jogja Expo Center - Kantor Pos Besar - Pingit - UGM
Rute : Terminal Prambanan – Kalasan – Bandara Adisucipto – Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – Blok O – JEC - Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – SGM – Pasar Sentul – Taman Pintar – Kantor Pos Besar - PKU Muhammadiyah – Pasar Kembang - Badran – Bundaran Samsat – Pingit – Tugu – Gramedia – Bundaran UGM – Colombo – Demangan – UIN Sunan Kalijaga – Janti – Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – Kalasan – Terminal Prambanan.

Jalur 2A : Terminal Jombor - Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur
Rute : Terminal Jombor - Monjali - Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - Kantor Pos Besar Taman Pintar - Gondomanan - Pojok Beteng Wetan - Tungkak - Gambiran - Basen - Rejowinangun - Babadan Gedongkuning - Gembira Loka - SGM - Cendana - Mandala Krida - Gayam - Flyover Lempuyangan - Kridosono - Duta Wacana - Galeria - Gramedia - Bunderan UGM - Colombo - Terminal Condongcatur - Kentungan - Monjali - Terminal Jombor.

Jalur 2B : Terminal Jombor – Terminal Condongcatur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pos Besar – Wirobrajan - Pingit
Rute : Terminal Jombor – Monjali – Kentungan – Terminal Condong Catur – Colombo – Bundaran UGM – Gramedia – Kridosono – Duta Wacana - Flyover Lempuyangan - Gayam – Mandala Krida – Cendana – SGM – Gembira Loka– Babadan Gedongkuning – Rejowinangun – Basen – Tungkak – Pojok Beteng Wetan – Gondomanan – Taman Pintar - Kantor Pos Besar – PKU Muhammadiyah – Ngabean – Wirobrajan – BPK – Badran – Bundaran Samsat – Pingit – Tugu – Monjali – Terminal Jombor.

Jalur 3A : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Pojok Beteng Kulon
Rute : Terminal Giwangan – Tegalgendu – HS.Silver – Jl. Nyi Pembayun - Pegadaian Kotagede – Basen – Rejowinangun – Babadan Gedongkuning – JEC - Blok O – Janti (lewat atas) - Janti – Maguwoharjo - Bandara Adisucipto - Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condongcatur – Kentungan – Kopma UGM - Jalan Cik Ditiro — Korem — SMP Negeri 5 — Lingkar Kridosono — Jalan FM Noto – Sudirman – Tugu – Pingit – Bundaran Samsat - Badran – Pasar Kembang – Stasiun Tugu - Malioboro – Kantor Pos Besar – PKU Muhammadiyah – Ngabean – Pojok Beteng Kulon – Plengkung Gading - Pojok Beteng Wetan – Tungkak – Wirosaban – Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Jalur 3B : Terminal Giwangan – Pojok Beteng Kulon – Pingit – MM UGM – Ring Road Utara – Bandara Adisucipto – Kotagede
Rute : Terminal Giwangan – Tegalgendu - Wirosaban – Tungkak – Pojok Beteng Wetan – Plengkung Gading - Pojok Beteng Kulon – Ngabean – PKU Muhammadiyah – Pasar Kembang – Badran – Bundaran Samsat – Pingit – Tugu – Sudirman — Jalan Cik Di Tiro — RS Dr. Yap - Pertanian UGM - Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – Blok O – JEC - Babadan Gedongkuning – Rejowinangun – Basen – Pegadaian Kotagede – Jl.Nyi Pembayun – HS.Silver – Tegalgendu – Terminal Giwangan.


Pembagian wilayah (ring)


Untuk memahami pembagian trayek ini, dapat digambarkan Yogya dibagi menjadi 3 ring, yaitu Ring I dengan titik awal Terminal Prambanan, Ring II dengan titik awal Terminal Jombor dan Ring III dengan titik awal Terminal Giwangan. Dari ketiga ring ini diberangkatkan masing-masing 2 buah bis (A dan B), untuk mudahnya satu memutar searah jarum jam, satu berlawanan arah jarum jam, dan prinsipnya mereka (A dan B) tidak akan pernah bertemu di satu shelter. Mari kita lihat contohnya, ambil Ring II, sama-sama berangkat dari Terminal Jombor, sesudah melewati Monjali yang IIB lurus ke Kentungan – Terminal Condong Catur (searah jarum jam) sedangkan IIA belok kanan kearah Tugu (berlawanan arah jarum jam). Di wilayah dimana ring-ring ini overlapping, maka di wilayah itulah kita bisa melakukan transit di shelter-shelter Trans Jogja yang bersinggungan.

Mari kita mulai jajan bis

Lalu kapan dan bagaimana caranya kita jajan bis? Ini rahasianya, ambil salah satu ring, misalnya Ring II berangkat dari Jombor, ikuti terus sampai kembali ke Jombor lagi, jangan keluar shelter, ikut lagi sampai Malioboro, turun di salah satu shelter, transit IA, ikuti terus sampai satu putaran (Malioboro lagi), transit ke IIIA ikuti satu putaran (sampai Malioboro lagi), selanjutnya terserah Anda, kalau sudah loyo ya jalan-jalan dulu di Malioboro sebentar. Mau pulangnya ke mana ? Kalau ke terminal Giwangan ambil jalur IIIA lagi (tentunya bayar lagi karena sudah keluar shelter untuk jalan-jalan di Malioboro) langsung ke Giwangan, kalau ke Jombor ya tetap ambil IIIA nanti di shelter PKU Muhammadiyah transit ke IIB.
Anda bisa membuat variasi lain sesuai selera Anda, prinsipnya asal tidak keluar dari shelter maka Anda tidak perlu membeli ticket lagi. Dengan cara demikian, Anda sudah menghabiskan waktu seharian untuk berkeliling kota Yogya, hampir seluruh sudut-sudut kota Yogya bisa dilalui, cukup dengan Rp.3.000 per kepala.

Kondisi Trans Jogja kini

Keistimewaan Trans Jogja antara lain, bis masih kelihatan bersih, bebas pengamen, bebas copet (?), masih sejuk karena berpendingin udara. Tetapi sayangnya, sebagaimana kebiasaan bangsa kita, pandai membuat tapi tak pandai memelihara. Pernah sekali waktu saya naik bis ini dengan keadaan AC mati dan pintu penumpang terpaksa dibuka saat bis melaju dengan penuh penumpang, alangkah berbahayanya. Ketika saya tanyakan hal ini kepada pramugara cuma dijawab enteng : “Sebentar lagi seluruh unit AC-nya akan diganti”. Itu saja jawabnya. Sayang nama harum bis ini tercemar oleh entah siapa, sopir atau manajemen yang memaksakan bis tidak laik jalan tetapi tetap dioperasikan.

Selamat berjajan ria dengan tigaribu rupiah.

Foto hasil penelusuran Google.

3 komentar:

  1. mampir ke blog saya ya gan :D

    http://juandimas22.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Mas kalau dari bandara ke giwangan, atau ke gamping,,enaknya naek apa??? tujuan saya purworejo,,??tolong bntuannya,,trims

    BalasHapus